Mengenai Saya

Foto saya
an independent soul with hypnotic aura

Minggu, 15 Januari 2012

Laki-laki idaman

“Nick, kriteria pria idaman kamu seperti apa?” suara papah tiba-tiba memecahkan kehingan di rumah.
“Mmmm…. Ga ada kriteria” jawabku sedikit bingung. Agak heran juga tiba-tiba papah bertanya seprti itu.
“Masa gak punya Kriteria? Harus ada dong”
“Mmmmm….. apa yah?” aku pun mulai berpikir.


Pertanyaan papah tadi malam cukup mengganggu pikiranku setidaknya hingga hari ini.
Tahun 2012, usia 24 dan aku belum punya kriteria pasangan hidup.. GILA!
Mau jadi apa hidup aku?
Well, dari dulu pertanyaan kriteria pasangan hidup adalah pertanyaan yang cukup sulit dijawab, setidaknya bagiku.  Dulu jika ada yang bertanya mengenai kriteria pasangan hidup padaku, aku hanya menjawab “yang penting chemistry” tapi setelah dipikir-pikir, apakah hanya mengandalkan chemistry saja cukup? Dan yang lebih penting, chemistry akan tahan berapa lama sih? Kalau sudah tahu kejelekannya dia apa masih bisa mempertahankan hubungan dengan hanya bermodal chemistry??

Cinta. Duhh… untuk urusan yang satu ini. Aku sudah kenyang. Sahabatku termasuk mamah sudah sering mengingatkan aku untuk gak “makan cinta”. Kenapa? Karena dulu, aku adalah orang yang mengagung-agungkan cinta.
Dulu, bagiku, cinta adalah komponen paling penting dalam suatu hubungan terutama dalam pernikahan. Mengapa begitu? Karena cinta adalah pendorong (motivasi) paling besar untuk melakukan sesuatu hal. Coba bayangkan jika ada sesuatu hal buruk yang terjadi pada pasangan seperti ia sakit parah atau kecelakaan, jika kamu tidak cinta maka akan terasa sangat berat kamu menjalani kehidupan itu. Sedangkan jika kamu cinta, seburuk apapun yang terjadi pada pasangan (biasanya) kita akan menerimanya dan tulus merawatnya. Namun, sekarang aku berpikir bagaimana jika pasangan yang kita cintai ternyata memiliki sikap yang sangat tidak menyenangkan? Kasar? Tukang selingkuh? Apakah cinta itu akan terus bertahan? Mmmm… pikir-pikir dulu deh.

Fisik. Ok, fisik memang menjadi salah satu daya pikat dan cukup penting. Mengapa? Karna jika kamu memutuskan untuk menikah dengan seseorang, maka orang itu adalah orang yang akan kamu temui setiap harinya, setiap pagi, belum mandi atau mandi bersama, sedang sakit, dan segala keilfilan lain yang tak terduga. Kalau dia ganteng, ya  agak excuses ya. Nah kalau ia sudah dandan rapih dan memakai pakaian terbaik namun tetap terlihat jelek, apalagi jika ia tidak mandi, sedang sakit, dan belum sikat gigi. Gimana?? Kalau kamu tipe orang yang tidak mempermasalahkan fisik ya silahkan, tapi kalau kamu tipikal physical oriented, saranku jangan coba-coba! :D
Tanpa bermaksud sombong, namun hampir semua sahabatku bilang jika mantan aku semuanya ganteng. Tolong jangan tanya aku bagaimana cara mendapatkannya atau susuk apa yang aku pakai. Sumpah demi Tuhan aku tidak memakai susuk apapun dan sumpah demi Tuhan aku gak tahu kenapa mereka bisa jatuh hati pada aku. Kalau pun ada yang teman-teman yang bertanya, aku hanya menjawab “dapet pacar ganteng itu bonus, bukan yang faktor utama yang aku pertimbangkan”.
Oke, punya pacar ganteng/cantik mungkin dapat menjadi kebanggaan bagi sebagian orang. Tapi, punya pasangan yang ganteng itu tidak menjamin kebahagian! Cewek-cewek,  percayalah sama aku!.  Gak percaya? Ok, aku akan kasih ada beberapa fakta mengenai cowok ganteng berdasarkan pengalamanku dan sahabat:
1.     Sadar ganteng. Umumnya, cowok ganteng sangat menyadari jika dirinya ganteng. Cowok-cowok ganteng yang sadar akan kelebihan fisiknya ini umumnya lebih percaya diri dan senang jika dikenalkan atau dekat dengan sahabat-sahabat perempuan kamu (kamu perlu hati-hati karna bisa saja sahabat kamu flirting sama pacar). Kesadaran diri ganteng yang maksimal ini juga membuat si ganteng percaya diri jika kamu tak akan mungkin pindah ke lain hati. Huh!
2.     Haus perhatian dan selalu ingin diutamakan. Orang ganteng sering kali mendapat pujian dari lawan jenis dan cenderung mudah mendapat perhatian. Banyak perempuan yang tergila-gila pada mereka dan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan cintanya. Dan ini musibah bagi pasangannya, karena secara sadar atau tidak mereka jadi menuntut pasangannya untuk meladeni apa yang ia mau. Dan tak jarang mereka akan membanding-bandingkan kamu dengan cewek lain yag lebih bisa berkorban dibanding kamu.
Makanya tak jarang kan cowok ganteng pada akhirnya mendapatkan istri yang kurang cantik? Coba deh perhatikan lingkungan sekitarmu.
3.     Menuntutmu tampil cantik. Cowok ganteng biasanya akan memperhatikan fisik, setidaknya ini berlaku pada mantan-mantanku. Tak jarang mereka akan cerewet sama kamu untuk creambath, masker, rutin memakai body lotion sehabis mandi,  facial dan yang paling gila mantan aku pernah menyuruhku memakai shampoo yang sama seperti samphoo yang dipakai mamahnya (GILAK!). Dan mau gak mau nih, ya harus nurut. Pfuiih…
4.      Suka bersikap (sangat) baik kepada lawan jenis. Cowok ganteng yang sadar jika dirinya ganteng umumnya suka tebar pesona dan suka menggoda walaupun mungkin ia hanya iseng. Tapi kebiasaannya itu cukup mengganggu. Dan dengan kebaikannya itu tak jarang perempuan menjadi kegeeran. Siap-siap kipas ya non! J
5.     Dikejar mantan. Ini adalah bagian yang paling bikin males. Entah ini kebetulan atau memang begini umumnya ya, tapi tak sedikit mantan yang ingin balikan dengan  si ganteng. Kebayang dong gimana rasanya saat kamu menjalin hubungan lalu mantannya dia menghubungi dan ingin balikan?
6.     Playboy. Karena sadar dirinya ganteng dan digilai banyak cewek, maka tak jarang cowok ganteng memiliki pacar lebih dari satu atau memiliki satu pacar namun banyak teman tapi sayang.
7.     Siapin hati kalau sedang jalan berdua. Kalau lagi ngedate siap-siap aja, cowok kamu jadi bahan “lirikan” cewek-cewek lain. Ini sering banget aku alamin kalau lagi jalan berdua sama pacar di mall. Kalau aku sih biasanya aku biarin aja pacarku jalan duluan di depanku sambil aku perhatiin cewek-cewek yang liatin dia hehe. Dari situ aku juga bisa lihat respon pacarku seperti apa, apakah balik flirting atau malah mencari aku. Untungnya nih selama ini pacarku langsung menarik tanganku untuk jalan di sampingnya, kalau engga.. mmm awas aja..


Kira-kira begitulah fakta mengenai cowok ganteng. Namanya manusia pasti ada aja kurangnya kan?

Harta. Tak jarang perempuan mengutamakan harta dan kemapanan seorang pria. Ya tak dipungkiri jika harta dan kemampanan juga penting dalam kehidupan berumahtangga, tapi sejauh mana harta menjamin kebahagiaan pernikahan jika suami sibuk mencari uang tapi tidak menyempatkan waktu bersama istri dan anak-anak? Belum lagi laki-laki yang mapan cenderung diidentikan dengan banyak wanita.
Aku sendiri lebih mementingkan laki-laki yang memiliki pekerjaan tetap yang halal untuk menafkahi keluarga, sikap bekerja keras dan memiliki visi misi ke depan sehingga kemapanan dapat dibangun bersama-sama daripada dengan laki-laki yang sudah mapan dan aku hanya menikmati harta yang ia punya tanpa berbuat apa-apa. Alasannya simple saja, karena aku ingin merasakan suka duka membangun keluarga bersama-sama sehingga dapat mempererat ikatan cinta dan komitmen dengan pasangan.


Iman. Siapa sih yang gak ingin punya suami sholeh dan imam yang dapat membimbingmu ke arah yang lebih baik? Semua perempuan pasti mendambakan hal tersebut, termasuk aku. Namun, batasan sholeh seperti apa yang kalian harapan? Apakah kamu ingin laki-laki sholeh yang hafal Al-Qur’an? Sudah haji? Atau yang sama sekali belum pernah pacaran? Atau bagi kalian yang terpenting ia melaksanakan shalat wajib 5x sehari saja sudah cukup? Lalu jika sudah bertemu laki-laki yang sholeh apakah kamu sudah siap untuk mengimbanginya?
Tentunya batasan sholeh setiap orang berbeda dan dipengaruhi oleh diri kita sendiri. Aku sendiri tidak mendambakan laki-laki yang sholeh  banget, seperti anak mesjid yang sama sekali tidak pernah pacaran atau hafal Al-Qur’an karena aku menyadari jika aku belum siap jika harus merubah keseluruhan hidupku, perilaku, dan penampilanku sesuai dengan syariah muslimah sejati untuk mengimbangi pendamping yang sholeh banget. Dan ketidaksiapan ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi diriku sendiri dan pasangan sehingga dikhawatirkan akan masalah di masa depan.
 Bagiku yang terpenting laki-laki tersebut menunaikan ibadah wajib seperti sholat 5x sehari (laki-laki yang suka sholat di mesjid menjadi nilai plus untuk aku), laki-laki yang menunaikan sholat dhuha dan tahajud sebagai pelengkap shalat wajib, belajar untuk menjalankan puasa sunah untuk menambah berkah dalam hidupnya, menyadari serta melakukan sedekah untuk menyelamatkan hidupnya dan membantu tercapai cita-citanya, serta dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar, minimal pernah khatam Al-Qur’an sekali dalam hidupnya (lebih bagus jika ia rutin khatam Al-Qur’an setahun sekali), dan miliki perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam.
Mengapa harus begitu? Tentu itu bukan keharusan tapi itu adalah harapanku kepada calon imamku nanti. Hal ini berdasar pada harapan dan tujuan pernikahan yang aku harapkan. Aku berharap nanti akan memiliki keluarga yang memiliki dasar agama yang baik dan yang dapat membawa kami kepada cinta ilahi.
Aku sendiri menyadari jika aku bukan perempuan yang sangat sholehah, yang selalu memakai jilbab menjuntai hingga dada, yang selalu menjaga wudhu nya dari laki-laki, dan aku pun bukan perempuan penghafal Al-Qur’an dan rutin menjalankan shalat shunah dan puasa shunah. Namun, aku adalah perempuan modern yang penuh kekurangan tapi memiliki keinginan untuk belajar dan menjadi lebih baik dengan mulai melakukan ibadah-ibadah shunah secara perlahan. Dan aku membutuhkan laki-laki yang dapat mengingatkan aku untuk menjaga niat baik tersebut dan merealisasikannya secara bersama-sama. Dan Insha Allah, perlahan tapi pasti aku dapat menyempurnakan imanku bersama suamiku nanti. Aamin.

*BTW papahku pernah bilang, “Kalau nanti kamu dapat calon nonmuslim, tapi dia ingin memeluk agama Islam dan mendalaminya, papah gak masalah”. So, yang terpenting adalah kita harus lihat kemauan dan keseriusannya. Aku yakin Allah akan mempermudah jika kita memiliki niat baik.

“Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu” (28 : 84)

Masa lalu. Tak sedikit orang yang meribetkan pasangannya dengan melihat masa lalu seseorang. Dan (lagi-lagi) aku katakan jika batasan penerimaan masa lalu seseorang itu berbeda. Ada beberapa pria dan wanita yang menginginkan pasangannya yang masih perjaka/perawan namun ada juga yang tidak mempermasalahkan masalah itu, ada yang tidak bisa menerima laki-laki/perempuan yang player karena khawatir perilaku tersebut tidak dapat disembuhkan, dan ada juga yang mempermasalahkan status duda/janda pasangannya namun ada yang tidak mempermasalahkannya dan lain sebagainya.
 Aku sendiri merasa perlu mengetahui masa lalu pasanganku namun menurutku masa lalu tidak begitu penting. Yang terpenting adalah KEMAUAN ia untuk berubah dan memperbaiki hidupnya. Aku yakin setiap manusia pernah memiliki kesalahan dan keburukan dalam hidupnya, begitu juga dengan diri aku sendiri.
Aku percaya, manusia itu selalu berubah. Dan hanya manusia BODOH yang tidak mau berubah. Aku percaya, orang baik dapat berubah menjadi jahat hanya dengan beberapa detik saja. Begitu juga sebaliknya. Lagipula siapa yang dapat menjamin jika orang baik tidak akan pernah menyakitimu? Bisa jadi malah orang yang dulunya jahat kepada orang lain tetapi ia adalah orang yang paling menyayangimu saat ini? Who knows?
Dan yang perlu sama-sama kita sadari jika perilaku orang dipengaruhi oleh sikap kita kepada orang tersebut. Jika kita tegas, dapat dipercaya, berbuat baik, menunjukkan martabat kita maka orang pun akan respect. Percaya deh! Kalau dia gak respect ya tinggalin aja sebelum kamu memutuskan menikah dengannya, itu tandanya ia belum mau berubah. Gampang kan? Jangan bilang karena cinta kamu rela dipermainkan, ok?

Pola pikir dan kepribadian. Dari segala yang disebutkan diatas, bagi aku ini yang paling penting (bagi aku loh!). Laki-laki yang cerdas dan memiliki wawasan luas serta pola pikir modern dan diimbangi kepribadian menarik itu selalu sukses menyita perhatianku. Laki-laki yang pintar belum tentu memiliki pola pikir modern dan kepribadian yang menarik. Karena itu menurutku, kecerdasan dan kepribadian harus seimbang. Coba bayangkan kalau kamu punya pasangan yang pinter banget tapi kepribadiannya kaku dan memiliki pola pikir konservatif. Tentu sangat membosankan. Atau sebaliknya, kamu memiliki pasangan yang gaul banget tapi saat diajak ngobrol kok gak nyambung? Well, aku pernah merasakan di dua kondisi seperti itu dan untungnya aku belum jadian dengan mereka. *Peace*
Aku sendiri mencari laki-laki yang memiliki passion dalam hidupnya dan berusaha untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Bukan hanya bicara, tapi ACTION! Dan tentu saja, aku akan mendukungnya jika bertujuan untuk kebaikan bersama dan sesuai dengan syariah Islam.
Selain itu, aku pun menginginkan laki-laki yang memberikan kepercayaan kepadaku untuk mengembangkan ketrampilanku. Tentu saja kepercayaan yang ia berikan akan aku jaga dan aku sesuaikan dengan tugasku nanti sebagai istri. Aamin.

Btw bicara soal kepribadian, setiap orang pasti ingin memiliki pasangan yang baik. Tapi serius deh, baik saja tidak cukup. Pasangan harus dapat melengkapi kekurangan yang ada dalam diriku. Contohnya begini, aku pernah pacar yang baik banget dan nurut sekali tapi laki-laki yang terlalu nurut malah tidak baik untuk kemajuan diriku karena ia akan menuruti segala yang aku mau dan itu akan membentuk mental “manja” pada diriku. Selain itu, laki-laki yang tidak tegas secara tidak langsung akan membuat aku mendominasi hubungan dan aku tidak mau itu terjadi. Bagiku laki-laki adalah imam, pemimpin keluarga. Aku merasa butuh laki-laki yang tegas namun di sisi lain memiliki kesabaran untuk melengkapi diriku yang sensitif, ribet dan terkadang kekanakan.

So, sebelum kita menentukan ingin pasangan yang seperti apa, aku rasa kita perlu mengenali diri sendiri lebih dalam lagi sehingga nanti kita benar-benar mendapatkan pasangan yang dapat saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Mm.. sepertinya setelah menulis ini, aku sudah tahu kriteria pria idaman yang aku butuhkan. Sekarang giliran kamu menentukan kriteria pasangan idaman kalian J

Sabtu, 14 Januari 2012

Berhati-hati..

Memuja hatimu. Menggebu-gebu.
Meletup. Meredah sesaat. Meletup lagi.
Muntah.
Merebahkan hati. 
Bersadar pada tiang kekuataan cinta yang hakiki.
Menyerahkan jiwa untuk kamu sentuh raganya.
Mendambamu hingga gila.

Namun nyatanya cintaku dapat membuatmu besar kepala
Melambung ke angkasa. Menjadi semesta yang dipuja
Hingga kamu lupa untuk membalasnya.
Mungkin memang benar adanya, jika aku perlu belajar.
 Mencintaimu dengan sederhana.


Berhati-hati..


Memuja hatimu. Menggebu-gebu
Meletup. Meredah sesaat. Meletup lagi.
Muntah.
Merebahkan hati. Bersadar pada tiang kekuataan cinta.
Menyerahkan jiwa untuk kamu sentuh raganya.
Namun nyatanya cintaku dapat membuatmu besar kepala
Melambung ke angkasa. Menjadi semesta yang dipuja
Hingga kamu lupa untuk membalasnya.
Mungkin memang benar adanya, jika aku perlu belajar.
 Mencintaimu dengan sederhana.

Sabtu, 07 Januari 2012

Tak ada judulnya

Aku hanya diam dan memandang kumpulan foto-foto yang ada di ponsel bertuliskan Blackberry.
Ada beberapa pose laki-laki berkacamata di sana. Foto-foto tersebut diambil beberapa kali dengan waktu yang berbeda. Wajahnya tersenyum, menggambarkan keceriaan.  Ganteng.

Ini foto saat dia kerja, ini saat dia meeting, saat ia liburan dengan temannya, dan ini saat ia sedang di kamar. Banyak juga ternyata..” ucapku dalam hati.
Lalu sekarang, untuk apa foto-foto itu? Entah.. rasanya ingin ku hapus semua, namun satu yang kutakutkan. Takut kangen.  Ku urungkan dulu niatku itu.


****
Beberapa bulan telah ku lalui dengannya, bisa dikatakan kami dekat walaupun mata tak pernah saling memandang dan kulit tak pernah bersentuhan.

Aneh. Tentu saja, dengan alasan jarak dan kesibukan ia tidak pernah menemuiku. Sekali pun saat aku dan dia berada dalam kota yang sama.

Dulu ia pernah bilang akan menemaniku menonton film animasi mkhluk berwarna biru yang bernama Smurf, ia pernah juga berniat mengajakku makan siang bersama, dan segala macam rencananya yang tak kunjung direalisasikan. Beribu alasan dia kemukakan (tolong jangan bilang padanya jika sebenarnya aku tidak percaya). Di depannya aku pura-pura mengerti walau tanda tanya besar terpampang jelas di kepala. Sering kali aku pun berpura-pura percaya, walau sesekali aku tunjukkan kekesalanku. Bukan karena alasannya tidak masuk akal, namun perempuan dewasa macam aku pasti sangat paham jika selalu ada kata “sempat” dibalik kesibukan jika kita memang benar-benar menginginkannya, bukan?

Sering ia meminta maaf, meyakinkan aku jika kondisi memang tak memungkinkan kita untuk bertemu dan berkata jika nanti ia pasti akan menemuiku. Kata-katanya manis hingga aku percaya lagi.

Mm.. perasaan dulu dia deh yang pengen ketemu aku? Tapi kenapa sekarang aku seperti perempuan kesetanan begini sih?” batinku dalam hati.



Beberapa kali aku ingin memutuskan hubungan yang tak jelas ini. Tapi ketika ingin mencoba, hati kecil berkata “sabar dulu… mungkin saja dia tidak ingin terburu-buru”.  Terlebih lagi kamu pernah berkata begitu. Kamu pernah mengatakan jika kamu ingin menghabiskan waktu denganku agak lama, tak mau terburu-buru sehingga kita perlu mencari waktu luang dimana dua-duanya tidak memiliki janji dengan yang lain.
 Baiklah… aku bersabar lagi.



Beberapa perempuan membuatku cemburu, tak jarang itu membuatku kesal dan mogok bicara padamu. “Aku dan dia hanya sebatas teman, mereka bukan tipeku” begitu katamu. Sedikit curiga, namun aku mencoba percaya (lagi).
Kamu memang pernah menyebutkan beberapa kriteria perempuan idamanmu. Tinggi 165cm, berkulit putih, berambut ikal panjang, dan langsing. Setahuku mereka tidak sesuai dengan kriteria perempuan idamanmu dan yang membuat aku geer ada beberapa point yang mirip denganku, walaupun kamu tak pernah bicara secara pasti jika aku adalah tipemu.


Aku juga pernah  ngambek sama kamu, beberapa kali. Kamu mencoba menjelaskan sambil sesekali merayu dan aku selalu luluh. *Well, terkadang positif thinking dan bodoh itu beda tipis. SERIUS.*


Waktu terus berjalan.. terus berlalu, kita makin dekat. Komunikasi tak terputuskan, dari pagi, siang, malam kita selalu terhubung. Maafkan, aku memang perempuan yang cepat kangen. Ditambah dengan minimnya aktivitas yang aku lakukan saat itu, aku butuh teman.

Aku dan kamu beberapa kali bertengkar kecil, lalu baikan lagi. Sempat hilang kontak, lalu dekat lagi. Semakin vulgar. Hingga beberapa hari kebelakang sikapmu berubah. Tak sehangat dulu, lebih sering diam dan sedikit aneh. Menghilang dan tiba-tiba aku dapati kabar jika kamu ada di luar negri. Gilak!


****
Sekarang aku tahu mengapa kamu sulit untuk bertemu aku? Mengapa aku tidak boleh menyapamu di sosial media? Dan mengapa statusmu skype mu tak kunjung berubah.

Sekarang semuanya terjawab. Masa lalu yang sulit dilupakan membuatmu sulit melangkah. Bibirmu terbata mengungkapkan semua. Mungkin kamu takut aku marah. 

Sejujurnya saat itu aku tidak merasakan apa-apa. Aku tidak marah, tidak sedih dan tidak kecewa. Karena pada dasarnya aku ingin ketemu kamu bukan berharap apa-apa, aku hanya ingin menatapmu dari dekat. Itu saja.

Aku hanya ingin menatap mata bulat yang terkotak dalam frame hitam. Aku hanya ingin mendengar suara kaku yang biasa membangunkan aku untuk shalat malam. Aku hanya ingin melihat senyum yang pernah ku liat di video call. Aku hanya ingin menikmatinya secara NYATA. Itu saja.



Aku diam beberapa saat, mencoba mencerna kata-kata yang terucap dari bibir mungil itu. Ucapku terbata-bata sama sepertimu, rasanya sulit sekali mengeluarkan isi kepala. Aku dan kamu saling menatap lalu tersenyum. Kami sama-sama mengerti arti senyuman itu. Ikhlaskan apa yang kemarin telah terjadi, bukan begitu?


Pikiranku terus berputar, mencoba mengingat-ingat kembali apa yang pernah kita lalui kemarin dan berpuluh-puluh hari yang lalu. Beberapa pertanyaan masih bertebangan di kepala.Tanda tanya besar masih ada. 

Seingatku kamu pernah katakan jika aku harus tahu beberapa hal penting tentangmu, hingga nanti aku yang putuskan. Namun nyatanya kamu datang memaparkan kenyataan dan kamu telah mengambil keputusan sendiri. Ya.. kamu tahu apa yang kamu mau.
Pergi dari aku.

Jumat, 06 Januari 2012

Buta


“Aku tidak bodoh, aku hanya mendadak buta ketika asmara melanda”

Tulisan sore

Dua anak kecil saling bercengkrama..
Si idiot dan si buta…. Anggap saja begitu namanya.
Mereka belarian di hutan..
Memetik bunga.. tertawa
Saling menggoda… 


Mereka berlari lagi..
Mengumpat lalu muncul kembali
Saling memberikan senyuman
Tercebur dalam kolam.. basah bersama


Namun tiba-tiba si idiot pergi…
Ia teringat kelincinya yang telah mati..
Ia berlari dan mengais sisa puing kuburan kelinci


Si buta hanya diam dan mencoba keluar kolam
Mengeringkan bajunya yang basah
Menghangatkan tubuhnya yang tengah kedinginan
Si buta merangkak dan belajar menuntun dirinya untuk berjalan
Melangkah… sendiri.


Si idiot datang
Membawa satu karung rasionalisasi dan satu karung alasan.
Si buta hanya mendengar. Ia tidak tahu apa yang terjadi.
Si buta mulai meraba namun si idiot telah pergi….



Kamuuu….
Jangan berasionalisasi karna aku tidak marah
Jangan menjelaskan apa-apa karna itu tak akan buat aku mengerti
Jangan menjauh karna aku tidak membenci
Sadari saja jika kita pernah bermain drama dalam canda.
Berdua..
Kamu idiot dan aku si buta.